Panen Raya Padi Organik Pamarican, Sekda Ciamis Tegaskan Pertanian Sehat Investasi Masa Depan
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id
Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan melalui Panen Raya Padi Organik yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di areal persawahan Kelompok Tani Parikesit, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, menjadi bukti nyata bahwa pertanian organik terus berkembang sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Panen raya tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Tanam Padi Organik yang dilaksanakan pada April 2026. Setelah menjalani masa budidaya sekitar 110 hari, hamparan padi organik kini memasuki masa panen dengan hasil yang menggembirakan. Sistem budidaya tanpa ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia itu dinilai mampu menghasilkan pangan yang lebih sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Hamparan sawah Kelompok Tani Parikesit seluas 24,36 hektare dipilih sebagai lokasi panen tingkat kabupaten karena dinilai berhasil menjadi percontohan pengembangan pertanian organik di Ciamis. Hingga 2026, luas lahan padi organik bersertifikat di Kabupaten Ciamis telah mencapai 54,46 hektare, yang tersebar di Kecamatan Cihaurbeuti, Pamarican, Banjarsari, dan Banjaranyar.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Forkopimda Kabupaten Ciamis, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, jajaran perangkat daerah, para camat, penyuluh pertanian, Organisasi Organik Ciamis, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Mewakili Bupati Ciamis, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., menyampaikan bahwa Kabupaten Ciamis memiliki potensi besar di sektor pertanian. Dengan luas baku sawah mencapai 32.386 hektare, Ciamis mampu memproduksi sekitar 402.917 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 257.947 ton beras setiap tahun. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Andang, pengembangan pertanian organik merupakan langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Pertanian organik merupakan investasi masa depan. Kita tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga menjaga kesuburan tanah, kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta memastikan sektor pertanian tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Andang Firman Triyadi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus mendorong pengembangan pertanian organik melalui pendampingan kepada petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana pendukung, hingga penguatan akses pemasaran agar produk organik memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Andang juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam memperluas kawasan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat menjadi peluang besar bagi petani untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi.
Sementara itu, para petani mengakui bahwa budidaya padi organik membutuhkan ketelatenan dan proses yang lebih panjang dibandingkan sistem konvensional. Namun, biaya produksi dapat ditekan karena penggunaan pupuk dan pestisida kimia berkurang, sedangkan hasil panen memiliki kualitas premium dengan harga jual yang lebih baik.
Peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican juga diharapkan menjadi pusat koordinasi pengembangan pertanian organik, mulai dari pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Keberhasilan panen raya di Pamarican menjadi bukti bahwa pertanian organik bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Ciamis. Dengan kolaborasi seluruh pihak, Ciamis optimistis mampu menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan pertanian organik di Jawa Barat.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar