36 Tahun PSGC Ciamis: Dari Perjuangan Divisi Bawah hingga Kembali ke Liga 2
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id
Tangan dingin Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam merawat dan menghidupkan spirit PSGC kini mulai terasa. Performa PSGC semakin baik dan tangguh dalam setiap pertandingan. Tak terasa klub sepakbola asli Ciamis ini telah menginjak usia ke-36. Berdiri sejak 26 Agustus 1990, tiga dekade melewati masa sulit.
Setiap 26 Agustus menjadi hari istimewa bagi masyarakat Tatar Galuh. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi PSGC Ciamis, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kabupaten Ciamis yang dikenal dengan julukan Laskar Singacala.
Lebih dari tiga dekade perjalanan telah dilalui klub ini dengan cerita yang penuh warna, mulai dari perjuangan di kasta bawah, masa kejayaan, degradasi, hingga kembali menapaki kasta kedua sepak bola nasional.
Sejarah PSGC tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sepak bola Ciamis. Sebelum menggunakan nama PSGC, persepakbolaan daerah ini dikenal dengan nama Persig dan kemudian Persigal. Pada 26 Agustus 1990, nama PSGC mulai digunakan dan menjadi identitas yang terus dipertahankan hingga sekarang.
Perjalanan panjang tersebut tidak selalu berjalan mulus. PSGC pernah mengalami masa sulit dan harus berjuang dari kompetisi kasta bawah. Perlahan, klub ini membangun kembali kekuatannya hingga berhasil menembus Divisi I.
Menjadi Kekuatan Baru Sepak Bola Jawa Barat
Tahun 2013 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah PSGC. Saat itu, Laskar Singacala berhasil menempati posisi tiga besar Divisi I Liga Indonesia sekaligus mendapatkan tiket promosi ke Divisi Utama.
Gebrakan PSGC berlanjut pada musim 2014.
Sebagai tim yang relatif baru di Divisi Utama, PSGC mampu melangkah hingga semifinal dan mengakhiri kompetisi sebagai peringkat ketiga bersama Martapura FC.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbaik PSGC. Klub asal Ciamis itu bahkan hanya selangkah lagi menuju kasta tertinggi setelah menghadapi Pusamania Borneo FC di semifinal. Pertandingan berlangsung ketat dan harus ditentukan melalui adu penalti.
Perjalanan PSGC kemudian kembali menghadapi tantangan. Pada Liga 2 2017, klub harus menerima kenyataan terdegradasi ke Liga 3.
Namun, semangat untuk bangkit tidak pernah padam. Pada 2018, PSGC berhasil kembali memperoleh tiket promosi ke Liga 2. Sayangnya, perjalanan di Liga 2 2019 kembali berakhir dengan degradasi.
Kebangkitan Laskar Singacala
Setelah cukup lama berkutat di kompetisi kasta ketiga, PSGC akhirnya kembali menemukan momentum kebangkitan pada musim Liga Nusantara 2025/2026.
PSGC berhasil finis di peringkat ketiga dan memperoleh tiket promosi ke kasta kedua setelah memenangkan pertandingan playoff melawan Persiba Bantul melalui drama adu penalti.
Hasil tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Ciamis. Setelah terakhir tampil di kasta kedua pada 2019, PSGC akhirnya kembali ke kompetisi level tersebut pada musim 2026/2027.
Kini, usia 36 tahun bukan sekadar angka bagi PSGC. Ia merupakan catatan panjang tentang perjuangan, kegagalan, kebangkitan, dan loyalitas.
Di belakang Laskar Singacala terdapat para pemain, pelatih, manajemen, masyarakat Ciamis, serta Balad Galuh yang terus memberikan dukungan.
PSGC boleh jatuh dan bangkit berkali-kali. Namun, satu hal yang tetap hidup adalah harapan masyarakat Tatar Galuh untuk melihat klub kebanggaannya kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di sepak bola Indonesia.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar