Bayi Sebulan Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Haji Wahyu Bergerak Membantu
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id.
Semangat ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kembali dimaknai lebih luas oleh seorang pengusaha asal Kabupaten Ciamis. Tidak sekadar membagikan daging hewan kurban, pemilik usaha Durian Kujang, H. Wahyu, memilih turun langsung membantu warga miskin yang hidup di tengah kondisi memprihatinkan.
Melalui kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah pada Jumat (29/5/2026), H. Wahyu membagikan paket sembako kepada keluarga kurang mampu di wilayah Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis. Aksi tersebut sekaligus menjadi kritik sosial terhadap masih banyaknya warga yang hidup di rumah tidak layak huni, namun belum tersentuh bantuan maksimal dari pihak terkait.
Salah satu warga yang mendapat perhatian ialah Tuti, perempuan yang tinggal di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Ciamis. Kondisi rumahnya rusak berat dan nyaris roboh. Di rumah itu, Tuti harus merawat bayi berusia satu bulan serta seorang anak balita, sementara penghasilan suaminya hanya cukup memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
H. Wahyu mengaku prihatin melihat kondisi keluarga tersebut. Menurutnya, makna kurban bukan hanya soal penyembelihan hewan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan mendesak.
“Kalau semua fokus membagikan daging kurban, masyarakat tetap membutuhkan kebutuhan pokok lain seperti beras, gula, susu, dan kebutuhan dapur lainnya. Esensi kurban itu mendekatkan diri kepada Allah melalui kepedulian terhadap sesama,” ujar H. Wahyu kepada wartawan.
Ia menegaskan, kegiatan sosial yang dilakukannya bukan sekadar aksi musiman menjelang Iduladha. Program bantuan sembako tersebut rutin dilaksanakan setiap pekan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil di Kabupaten Ciamis.
Melihat langsung kondisi rumah Tuti yang rusak di hampir seluruh bagian bangunan, H. Wahyu menilai pemerintah daerah dan lembaga sosial perlu bergerak lebih cepat. Ia menyebut kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat kemanusiaan karena membahayakan keselamatan penghuni rumah, terutama bayi yang baru dilahirkan.
Dalam kesempatan itu, H. Wahyu juga menyampaikan harapan terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis agar segera memberikan perhatian serius terhadap keluarga tersebut.
Ia meminta Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, bersama dinas terkait turun langsung meninjau kondisi rumah Tuti dan memprioritaskan bantuan renovasi rumah layak huni.
“Saya berharap pemerintah dan Baznas bisa segera hadir. Kondisi rumah Ibu Tuti memang sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan cepat,” katanya.
Aksi sosial tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat Iduladha tidak cukup dimaknai sebatas seremoni tahunan. Kepedulian sosial dinilai harus hadir secara nyata, terutama ketika masih ada warga Ciamis yang hidup di bawah ancaman kemiskinan dan rumah tidak layak huni.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar