Polemik Jembatan Sukamenak-Wanasigra Mulai Temui Titik Terang, Gubernur Jabar Diminta Fasilitasi Solusi
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS. Lintasmedia.id
Polemik akses Jembatan Sukamenak–Wanasigra yang sempat menjadi perhatian Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat meninjau lokasi pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai menemukan titik terang. Hasil koordinasi para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi penutupan akses secara sepihak oleh Pemerintah Desa Wanasigra.
Camat Sindangkasih, Amin Mabruri, menjelaskan, akses jembatan hanya dipasang penghalang sementara karena hingga kini belum tersedia jalan penghubung dari wilayah Kota Tasikmalaya menuju jembatan tersebut.
“Komitmen awal hibah ternyata justru muncul permintaan ganti rugi tanah dari sebagian warga Desa Sukamenak. Karena itu kami berharap Gubernur Jawa Barat dapat segera memfasilitasi pertemuan untuk mencari solusi bersama agar persoalan ini tidak menimbulkan dampak sosial,” ujar Amin, Senin, 6 Juli 2026.
Ia mengatakan, pertemuan yang mempertemukan para pemangku kepentingan dengan pemilik lahan di Desa Sukamenak, Kota Tasikmalaya, mengerucut pada opsi hibah lahan sebagai jalan keluar. Langkah tersebut dipilih mengingat kondisi keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini dinilai belum memungkinkan untuk melakukan pembebasan lahan.
Menurut Amin, rapat yang digelar merupakan bagian dari persiapan menjelang pertemuan lanjutan antara para pemilik lahan, kepala desa, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna menyepakati penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.
“Ini baru rapat persiapan untuk menindaklanjuti pertemuan antara stakeholder, pemilik lahan, kepala desa, dan Gubernur Jawa Barat,” katanya.
Penyelesaian persoalan akses Jembatan Sukamenak–Wanasigra diharapkan segera terealisasi karena jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai penghubung wilayah Kabupaten Ciamis dengan Kota Tasikmalaya. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan akses yang memadai juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan perbatasan.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar