Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota Tasik » Krisis Pewaris Anyaman Bambu Situ Beet, Kibar Budaya 2026 Jadi Ikhtiar Menyelamatkan Warisan Tasikmalaya

Krisis Pewaris Anyaman Bambu Situ Beet, Kibar Budaya 2026 Jadi Ikhtiar Menyelamatkan Warisan Tasikmalaya

  • account_circle Bang Sufi
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id

Di balik rimbunnya pepohonan dan suasana tenang Kampung Situ Beet, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, tersimpan jejak panjang kejayaan anyaman bambu yang pernah menjadi kebanggaan Kota Tasikmalaya. Selama puluhan tahun, tangan-tangan terampil para perajin mengubah bilah bambu menjadi beragam karya bernilai seni sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Kini, kejayaan itu mulai memudar. Bukan karena masyarakat kehilangan kemampuan menganyam, melainkan karena muncul krisis yang lebih mengkhawatirkan, yakni semakin sedikit generasi muda yang bersedia meneruskan profesi sebagai perajin anyaman bambu.

Mayoritas pengrajin yang masih bertahan kini berusia lanjut. Anak-anak mereka memilih bekerja di sektor industri, perdagangan, atau merantau karena menganggap menjadi perajin bambu tidak lagi mampu memberikan penghasilan yang menjanjikan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin keterampilan menganyam bambu yang diwariskan secara turun-temurun akan ikut hilang bersama para perajinnya.

Ancaman tersebut diperparah dengan semakin sulitnya memperoleh bahan baku bambu. Alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman dan pembangunan membuat rumpun bambu di sekitar Situ Beet terus berkurang. Akibatnya, para pengrajin harus membeli bambu dari daerah lain dengan biaya yang jauh lebih tinggi sehingga keuntungan usaha semakin menipis.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Situ Beet. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai sentra kerajinan bambu di Indonesia juga menghadapi persoalan serupa, yaitu menurunnya jumlah perajin akibat minimnya regenerasi. Banyak pelaku usaha kerajinan mengakui bahwa mencari anak muda yang mau belajar menganyam jauh lebih sulit dibanding mencari pasar untuk produknya.

Padahal, anyaman bambu bukan sekadar produk kerajinan. Di dalamnya tersimpan pengetahuan lokal, teknik tradisional, nilai gotong royong, hingga identitas budaya masyarakat Tasikmalaya yang telah diwariskan lintas generasi.

Melihat kondisi tersebut, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) menghadirkan Kibar Budaya 2026 yang akan digelar pada 25 Juli 2026 di Kampung Situ Beet.

Festival ini bukan hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga upaya membangkitkan kepedulian publik terhadap nasib sentra anyaman bambu yang mulai tergerus zaman.

Berbagai pertunjukan seni tradisi, musik, tari, teater, sastra, seni rupa, hingga kreasi masyarakat Mangkubumi akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Lebih dari itu, Kibar Budaya diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, sekaligus terdorong melanjutkan warisan budaya yang mulai kehilangan pewarisnya.

  • Penulis: Bang Sufi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Hadiri Tahlilan H Dace di Cisayong Tasikmalaya

    Ribuan Warga Hadiri Tahlilan H Dace di Cisayong Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Ki Aan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum H. Dace bin H. Mahpud di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Selama rangkaian tahlilan dari malam pertama hingga malam ketujuh, sekitar seribu jamaah hadir untuk mendoakan sosok yang semasa hidup dikenal ramah, santun, serta dermawan di tengah masyarakat. Kepergian H. Dace pada 1 Juli 2026 meninggalkan duka mendalam, tidak […]

  • Honor Pendamping Kelurahan Tasikmalaya Belum Cair, Wakil Wali Kota Minta Segera Diselesaikan

    Honor Pendamping Kelurahan Tasikmalaya Belum Cair, Wakil Wali Kota Minta Segera Diselesaikan

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 81
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id Keterlambatan pembayaran honor pendamping kelurahan selama dua bulan di Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara. Ia meminta jajaran terkait segera mencari solusi agar hak para pendamping dapat segera diterima. Menurut Diky, pendamping kelurahan memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah di tingkat masyarakat. Mereka menjadi ujung […]

  • 3.700 Paket Sembako untuk Yatim Piatu dan Dhuafa di Tasikmalaya

    3.700 Paket Sembako untuk Yatim Piatu dan Dhuafa di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 55
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id Sebanyak 3.700 paket sembako disalurkan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya melalui bakti sosial yang digagas Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Sahabat Ryano, Gandara Group 37, bersama Yonif TP 939/Macan Putih. Bantuan berupa paket sembako berisi beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok […]

  • Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin Lintas Media
    • visibility 45
    • 0Komentar

      Oleh: Roni Imroni Kepala Bidang IKP Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya Perguruan tinggi bukan sekadar tempat seseorang mengejar gelar akademik. Ia adalah ruang pembentukan ilmu, karakter, nalar, etika, dan kepemimpinan. Dari ruang inilah lahir calon-calon profesional, birokrat, pendidik, pengusaha, pemimpin masyarakat, bahkan pengambil kebijakan publik di masa depan. Karena itu, proses masuk ke perguruan tinggi tidak […]

  • Di Tengah Meriahnya HUT Ciamis ke-384, Anak Berkebutuhan Khusus Pertanyakan Ruang Inklusi

    Di Tengah Meriahnya HUT Ciamis ke-384, Anak Berkebutuhan Khusus Pertanyakan Ruang Inklusi

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Di Ten   CIAMIS, lintasmedia.id Gemerlap perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Tatar Galuh. Ribuan warga larut dalam kemeriahan berbagai pertunjukan budaya yang digelar di pusat kota. Namun di balik sukacita tersebut, muncul sebuah pertanyaan yang mengusik nurani: apakah semua warga sudah benar-benar mendapat ruang yang sama untuk ikut merayakan? Pertanyaan […]

  • Akhirussanah Daarul Ma’arif Imbanagara 2026, KH Kusoy: Hubungan Guru dan Santri Tak Pernah Berakhir

    Akhirussanah Daarul Ma’arif Imbanagara 2026, KH Kusoy: Hubungan Guru dan Santri Tak Pernah Berakhir

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Gita Aprilia Sarah Ahmad
    • visibility 65
    • 0Komentar

    CIAMIS, lintasmedia.id. Tangis haru tak terbendung di halaman Pondok Pesantren Daarul Ma’arif Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Rabu (24/6/2026). Di tengah lantunan doa dan suasana penuh kekhidmatan, ratusan santri mengikuti prosesi Akhirussanah yang menandai selesainya perjalanan pendidikan mereka di pesantren. Namun bagi keluarga besar Daarul Ma’arif, hari itu bukan sekadar seremoni kelulusan. Ada pesan mendalam yang akan […]

expand_less