Lingga Yoni Gunung Payung Diduga Dirusak, Gasantana Desak Perlindungan Situs Bersejarah
- account_circle Ki Acep Aan
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Dugaan pengrusakan situs Lingga Yoni di kawasan Gunung Payung, Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat perhatian serius dari Gerakan Alam, Sejarah, dan Antropologi Nusantara (Gasantana).
Menyusul laporan warga mengenai dugaan pengrusakan tersebut, tim Gasantana mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan koordinasi, Kamis, 3 September 2026.
Ketua Gasantana, Hadi Permana, mengatakan pelestarian situs sejarah dan perjalanan peradaban Sunda merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, nilai sejarah, budaya, serta filosofi yang terkandung dalam sebuah situs merupakan bagian dari identitas kolektif masyarakat yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.
Hadi mengaku prihatin atas laporan dugaan pengrusakan Lingga Yoni di Gunung Payung. Ia menilai tindakan terhadap situs sejarah dan sarana kebudayaan harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Saya merasa prihatin atas tindakan oknum yang diduga merusak situs atau Lingga Yoni di Gunung Payung, Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, perlindungan terhadap situs sejarah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga dan mengawasi keberadaan warisan budaya di lingkungannya.
Ia berharap laporan dugaan pengrusakan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di lapangan untuk memastikan kondisi situs serta mengetahui penyebab kerusakan yang dilaporkan warga.
Sementara itu, pemerhati situs dan lingkungan alam Priangan Timur, Ki Acep Aan, menilai perlindungan situs dan cagar budaya membutuhkan pengawasan yang lebih serius.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan masyarakat sekitar perlu membangun sistem pengawasan terhadap kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
“Perawatan dan perlindungan situs serta cagar budaya merupakan tanggung jawab kolektif pemerintah dan masyarakat sekitar. Perlu ada pengawasan yang lebih serius dari dinas dan pemerintah desa terhadap aktivitas orang yang masuk ke kawasan Gunung Payung,” katanya.
Ki Acep Aan juga mendorong adanya langkah-langkah konkret untuk menjaga kawasan situs dari tindakan yang berpotensi merusak peninggalan sejarah.
“Perlu dipikirkan mekanisme pengawasan dan pendataan pengunjung agar kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya dapat terlindungi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Gasantana, dugaan pengrusakan Lingga Yoni di Gunung Payung mencuat setelah adanya laporan warga pada Rabu, 2 September 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Gasantana Hadi Permana bersama Bunda Sumiati mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis, 3 September 2026.
Dalam koordinasi tersebut, Gasantana menyampaikan informasi mengenai dugaan pengrusakan situs kepada pihak dinas. Menurut Gasantana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya merespons laporan tersebut dan berencana melakukan langkah-langkah sesuai kewenangannya.
Gasantana berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada koordinasi semata. Pemeriksaan langsung terhadap kondisi situs dinilai penting untuk memastikan apakah kerusakan yang dilaporkan benar terjadi, sekaligus menentukan langkah perlindungan berikutnya.
Pelestarian situs dan cagar budaya, menurut Gasantana, bukan sekadar menjaga benda peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, situs sejarah merupakan jejak perjalanan peradaban yang menyimpan nilai pengetahuan, identitas, dan kearifan lokal.
Karena itu, apabila dugaan pengrusakan tersebut terbukti, Gasantana meminta pihak berwenang mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, apabila kerusakan yang terjadi memiliki penyebab lain, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak berkembang menjadi informasi yang keliru.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan lapangan maupun pihak yang diduga terlibat dalam dugaan pengrusakan Lingga Yoni di Gunung Payung, Karangjaya.
- Penulis: Ki Acep Aan

Saat ini belum ada komentar