Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » Keraton Sumedang Larang Soroti Gejolak Sumedang, Desak Persoalan Pemerintahan Dibuka Terang

Keraton Sumedang Larang Soroti Gejolak Sumedang, Desak Persoalan Pemerintahan Dibuka Terang

  • account_circle Ki Acep Aan
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

SUMEDANG, LINTASMEDIA.ID.

Keraton Sumedang Larang menyoroti berbagai dinamika yang terjadi di Kabupaten Sumedang dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah persoalan yang mencuat, termasuk yang berkaitan dengan pemerintahan dan pejabat daerah, dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memicu ketidakpuasan masyarakat yang lebih luas.

Mantri Luar Keraton Sumedang Larang, Asep Sulaeman Fadiil, mengatakan kondisi yang berkembang belakangan merupakan fenomena yang tidak lazim bagi Sumedang. Selama ini, Sumedang dikenal sebagai daerah yang aman, damai, serta menjunjung tinggi nilai sejarah dan kearifan leluhur.

Menurut Asep, berbagai persoalan yang muncul tidak seharusnya dilihat secara parsial. Dinamika yang melibatkan sejumlah unsur pemerintahan, termasuk Wakil Bupati Sumedang, perlu dipahami secara menyeluruh.

“Ini ada hal yang di luar kebiasaan di Sumedang dan sebelumnya tidak pernah terjadi. Hari ini Sumedang larut dalam berbagai fenomena, termasuk dinamika yang terjadi dengan Wakil Bupati Sumedang,” ujar Asep.

Ia mengatakan, dari perspektif kearifan Keraton Sumedang Larang, berbagai peristiwa yang muncul belakangan sejatinya telah menjadi perhatian sejak jauh hari.

Menurutnya, Sumedang Larang bukan sekadar wilayah administratif, melainkan rumah warisan leluhur yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang harus dijaga oleh seluruh pihak.

Sumedang Dinilai Sedang Menghadapi Fenomena Tidak Biasa

Asep menilai kondisi Sumedang dalam beberapa bulan terakhir berbeda dengan karakter daerah tersebut pada masa sebelumnya. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang melibatkan pejabat dan menjadi perhatian publik.

“Dari dulu Sumedang itu cenderung aman, damai, dan sejahtera. Namun, beberapa bulan terakhir ini terkoyak oleh berbagai macam persoalan. Ada pejabat yang terseret kasus. Ini fenomena apa yang terjadi di Sumedang akhir-akhir ini?” katanya.

Ia pun mempertanyakan sejauh mana kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap kondisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Asep, Sumedang memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari Telatah Larangan atau Tatar Larangan. Karena itu, siapa pun yang mendapat amanah jabatan harus memahami nilai sejarah, budaya, serta kearifan yang melekat pada daerah tersebut.

“Tidak sembarang orang bisa berbuat macam-macam di Telatah Larangan ini. Terutama siapa pun yang diberi amanat untuk memangku jabatan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif sebagai penegak hukum,” tegasnya.

Mahkota Binokasih Jadi Simbol Marwah Sunda

Asep juga menyinggung momentum kebudayaan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.

Menurutnya, mahkota tersebut bukan sekadar benda bersejarah, tetapi simbol penting yang merepresentasikan marwah Sunda dan perjalanan panjang sejarah Nusantara.

“Simbol teragung bangsa Nusantara yang masih ada adalah simbol marwah Sunda. Simbolik itu ada di mahkota yang tentunya memiliki nilai kemaharajaan,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake merupakan warisan sejarah yang harus dijaga bersama. Berbagai kegiatan kebudayaan yang mengangkat nilai mahkota tersebut, kata dia, seharusnya menjadi momentum untuk mengingat kembali warisan leluhur dan identitas sejarah masyarakat Sunda.

Namun, Asep menegaskan perhatian terhadap sejarah dan kebudayaan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap persoalan pemerintahan dan kehidupan masyarakat saat ini.

Keraton Minta Persoalan Dibuka Secara Transparan

Menanggapi aksi masyarakat dan berbagai dinamika yang berkembang belakangan, Asep menilai munculnya demonstrasi dan reaksi publik dapat menjadi indikasi adanya ketidakpuasan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia meminta setiap persoalan yang berkembang di Sumedang dihadapi dengan sikap terbuka dan transparan.

“Kalau ada sesuatu di Sumedang Larang, hadapi secara terbuka. Mungkin ada hal-hal yang menyebabkan masyarakat tidak puas. Ada yang ditutupi, ada yang rancu, ada yang masih bias, dan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja,” katanya.

Asep mengingatkan, ketidakjelasan informasi dapat memperbesar ketidakpuasan publik. Ia meminta aparat dan pihak berwenang segera memberikan penjelasan yang terang terhadap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Kalau salah, klirkan. Kalau benar, juga klirkan. Klarifikasi dengan sejelas-jelasnya karena masyarakat menginginkan kejelasan dari semua pihak,” ujarnya.

Tim Investigasi Diminta Melihat Persoalan Secara Menyeluruh

Asep turut menyinggung langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah menurunkan tim investigasi untuk melihat persoalan yang berkembang di Sumedang.

Menurut dia, proses investigasi tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya melihat persoalan dari satu sudut pandang.

“Kami menghimbau kepada aparat. Apalagi tim investigasi sudah diturunkan oleh KDM. Persoalan Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, dan Tatar Sunda harus dibaca secara menyeluruh,” katanya.

Asep berharap seluruh pemimpin di Sumedang, baik di lingkungan eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, kembali berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal dan amanat leluhur.

Ia mengingatkan pesan yang terdapat di Situs Tugulingga tentang pentingnya pemimpin memiliki hati yang suci dan sikap bijaksana dalam menjalankan amanah.

Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi landasan dalam mengambil kebijakan dan menjalankan kepemimpinan.

“Hati suci berarti memahami bahwa Sumedang Larang bukan kota sembarangan. Bijaksana berarti ada adab, budaya, etika, dan peradaban yang telah dibangun oleh para pendahulu kita,” pungkasnya.

  • Penulis: Ki Acep Aan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Coret-coretan! Cara SMAN 1 Lumbung Rayakan Kelulusan Ini Banjir Apresiasi Polisi

    Bukan Coret-coretan! Cara SMAN 1 Lumbung Rayakan Kelulusan Ini Banjir Apresiasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 120
    • 0Komentar

    CIAMIS , lintasmedia.id. Perayaan kelulusan siswa kelas XII di SMAN 1 Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendapat perhatian dan apresiasi dari jajaran Polsek Kawali Polres Ciamis Polda Jabar. Kegiatan yang digelar di lapangan sekolah, Kamis (7/5/2026), berlangsung tertib, kreatif, dan jauh dari aksi negatif. Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Dede Supriatna hadir mewakili Kapolsek Kawali AKP […]

  • Ferdiansyah: Kepala Sekolah Harus Jadi Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Menunggu Dana BOS

    Ferdiansyah: Kepala Sekolah Harus Jadi Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Menunggu Dana BOS

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 81
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah, menegaskan bahwa kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu berinovasi dalam mengelola sekolah. Menurutnya, kepala sekolah bukan lagi sekadar pengawas kegiatan belajar mengajar, melainkan seorang manajer atau “direktur utama” sekolah yang harus memahami seluruh ekosistem pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan Ferdiansyah saat membahas penguatan ekosistem […]

  • BPR Galuh ciamis menjadi Perseroda.

    BPR Galuh Ciamis Resmi Jadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Admin Lintas Media
    • visibility 115
    • 0Komentar

    BERITA CIAMIS, lintasmedia.id. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait perubahan bentuk badan hukum sekaligus nomenklatur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR Galuh Ciamis menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Bank Perekonomian Rakyat Galuh Ciamis. Persetujuan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ciamis yang digelar di ruang sidang DPRD Ciamis […]

  • Nyiar Lumar Kawali: Mencari Cahaya dari Jejak Sejarah Galuh

    Nyiar Lumar Kawali: Mencari Cahaya dari Jejak Sejarah Galuh

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 48
    • 0Komentar

    CIAMIS, lintasmedia.id   Malam di Kawali, Kabupaten Ciamis, memiliki cerita tersendiri. Di tengah suasana gelap yang perlahan diterangi cahaya obor, masyarakat berjalan menuju Situs Astana Gede. Langkah demi langkah seolah membawa mereka menelusuri kembali jejak sejarah dan kebudayaan Sunda yang tersimpan di kawasan bekas pusat Kerajaan Galuh. Dari perjalanan itulah lahir sebuah tradisi bernama Nyiar […]

  • 633 Atlet Ramaikan Piala Kapolresta Cup Open 2026

    633 Atlet Ramaikan Piala Kapolresta Cup Open 2026

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 90
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id Sebanyak 633 atlet ambil bagian dalam Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolresta Cup Open 2026 yang digelar PBSI Kota Tasikmalaya dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet bulutangkis berprestasi di Kota Tasikmalaya. Ratusan peserta yang mengikuti kejuaraan berasal dari berbagai klub dan kategori usia. Dari total […]

  • Kejurprov Satria Tama 2026 Jadi Ajang Pembinaan Karateka Jabar

    Kejurprov Satria Tama 2026 Jadi Ajang Pembinaan Karateka Jabar

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 84
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA , lintasmedia.id. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Satria Tama Karate 2026 digelar di GOR Siliwangi, Jalan BKR, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/6/2026). Ajang tersebut diikuti sekitar seratus karateka dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, mulai kategori usia anak hingga dewasa. Ketua Panitia Pelaksana, Yanyan Insan Sidiq, mengatakan antusiasme peserta dalam kejuaraan tahun ini cukup tinggi. […]

expand_less