Di Tengah Meriahnya HUT Ciamis ke-384, Anak Berkebutuhan Khusus Pertanyakan Ruang Inklusi
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di Ten
CIAMIS, lintasmedia.id
Gemerlap perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Tatar Galuh. Ribuan warga larut dalam kemeriahan berbagai pertunjukan budaya yang digelar di pusat kota. Namun di balik sukacita tersebut, muncul sebuah pertanyaan yang mengusik nurani: apakah semua warga sudah benar-benar mendapat ruang yang sama untuk ikut merayakan?
Pertanyaan itu disampaikan Guru SLB Negeri Sindangsari Cikoneng, Asri Nurrahma Rostila. Menurutnya, tidak adanya penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dalam rangkaian acara resmi yang dihadiri Bupati Ciamis menjadi catatan penting yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Ini menjadi catatan khusus bagi kami yang setiap hari mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Asri, Jum’at 12 Juni 2026.
Bagi Asri, persoalan tersebut bukan sekadar soal tampil atau tidak tampil di atas panggung. Lebih dari itu, hal tersebut menyangkut makna inklusi dan kesetaraan yang selama ini menjadi bagian dari komitmen pembangunan daerah.
Ia menilai anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka di ruang publik. Banyak di antara mereka yang mampu menampilkan seni tari, musik, menyanyi hingga berbagai keterampilan lain yang layak mendapat apresiasi dari masyarakat luas.
“Anak-anak berkebutuhan khusus bukan kelompok yang perlu dikasihani. Mereka memiliki bakat, kreativitas, dan kemampuan yang patut dibanggakan,” katanya.
Menurut Asri, absennya keterlibatan mereka dalam panggung perayaan daerah berpotensi menimbulkan kesan bahwa kelompok disabilitas masih berada di pinggir kehidupan sosial masyarakat. Padahal, pembangunan yang maju tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari sejauh mana setiap warga mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Ia menegaskan tidak ada tudingan diskriminasi yang disengaja dalam pelaksanaan perayaan tersebut. Namun, kelompok rentan kerap terabaikan bukan karena niat buruk, melainkan karena belum menjadi bagian penting dalam proses perencanaan.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, lanjutnya, dapat menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebab keberhasilan sebuah daerah bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih atau proyek pembangunan yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh warganya.
“Anak-anak berkebutuhan khusus tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan. Kesempatan untuk berdiri di panggung yang sama dan mendapatkan apresiasi yang sama sebagai bagian dari masyarakat Ciamis,” tegas Asri.
Sebab pada akhirnya, sebuah perayaan akan terasa lebih bermakna ketika tidak ada satu pun warga yang merasa tertinggal atau ditinggalkan.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar