Reses Tina Wiryawati Serap Aspirasi Infrastruktur, Posyandu, Banjir dan Kekeringan Ciamis
- account_circle Renaldy Putra
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id.
Persoalan infrastruktur desa, kesejahteraan kader Posyandu, hingga ancaman banjir dan kekeringan menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat saat reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.
Kegiatan reses Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini dirasakan langsung di lingkungan masing-masing. Aspirasi yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pelayanan kesehatan dan penanganan persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Saat bertemu warga di Kecamatan Banjarsari, Tina menerima usulan penyelesaian pengecatan Aula Kantor Desa Banjarsari. Fasilitas tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan desa sekaligus tempat berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Warga berharap penyelesaian sarana tersebut dapat segera direalisasikan agar pelayanan publik dan kegiatan sosial masyarakat berjalan lebih nyaman serta representatif.
Di Kecamatan Lakbok, perhatian masyarakat tertuju pada nasib kader Posyandu yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar. Warga meminta adanya peningkatan dukungan dan perhatian, termasuk terkait insentif bagi para kader yang selama ini aktif melayani masyarakat.
Menurut mereka, kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan keluarga, hingga upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Selain itu, persoalan lingkungan yang terus berulang setiap tahun juga menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat di wilayah Ciamis selatan mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan. Di sisi lain, ketika musim kemarau datang, sebagian wilayah justru menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat serta berdampak terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar warga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Tina Wiryawati menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan yang dibawa ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, reses merupakan salah satu instrumen penting bagi anggota legislatif untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki nilai penting karena berasal dari kebutuhan nyata di lapangan. Baik terkait infrastruktur desa, kesejahteraan kader Posyandu, maupun penanganan banjir dan kekeringan, semuanya akan kami catat dan dorong agar mendapatkan perhatian sesuai kewenangan yang ada,” ujar Tina.
Ia menilai persoalan banjir dan kekeringan memerlukan langkah penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, pembangunan sarana penampungan air, hingga penguatan program konservasi lingkungan.
Tina juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi.
Suasana reses berlangsung hangat dan interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat serta menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Melalui kegiatan serap aspirasi ini, masyarakat berharap kebutuhan yang telah disampaikan dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ketahanan lingkungan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Ciamis secara lebih merata.
- Penulis: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar