Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Warga Kertasari Padati Islamic Center Ciamis
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id
Lautan manusia memenuhi halaman Gedung Islamic Center K.H. Irfan Hielmy Ciamis pada Senin (15/6/2026) malam. Ribuan warga Kelurahan Kertasari berkumpul dalam suasana penuh khidmat mengikuti Istighosah dan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh Nyungsi Kertasari Ngahiji Ngabakti”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, silaturahmi, dan semangat gotong royong masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari. Berbagai elemen masyarakat dari seluruh RW di Kelurahan Kertasari hadir bersama-sama memadati lokasi kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar secara terpusat di halaman Islamic Center Kabupaten Ciamis.
Mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Asisten Daerah III Kabupaten Ciamis, H. Wawan Ruhyat, mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Wawan menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya sebatas perpindahan tempat, tetapi juga transformasi sikap dan perilaku.
“Hijrah adalah proses perubahan menuju kebaikan. Dari kemalasan menjadi kerja keras, dari perpecahan menuju persatuan, serta dari keterbelakangan menuju kemajuan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat hijrah Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga budaya gotong royong sebagai modal utama pembangunan daerah.
Suasana haru dan kebersamaan juga dirasakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis, KH Syarif Hidayat. Ia mengaku takjub melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.
“Lebih dari empat dekade saya berdakwah di lingkungan Pesantren Al Hasan, baru kali ini menyaksikan peringatan Tahun Baru Islam dengan antusiasme sebesar ini. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Ia menilai semangat masyarakat Kertasari menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, Kelurahan Kertasari memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung berbagai fasilitas pendidikan, pesantren, layanan kesehatan, serta sumber daya masyarakat yang aktif.
Sementara itu, Lurah Kertasari Reza menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 2.000 warga.
Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun lingkungan yang harmonis dan maju.
“Selama masyarakat masih mau berkumpul, bersilaturahmi, dan meramaikan syiar Islam, maka persatuan akan tetap terjaga,” katanya.
Reza menambahkan, tema Kertasari Ngabakti mengandung pesan penting bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menyebut penyelenggaraan acara di Islamic Center memiliki makna simbolis yang menunjukkan semakin besarnya semangat warga dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam.

“Ini bukan sekadar perpindahan lokasi kegiatan. Ini menunjukkan semangat masyarakat Kertasari yang semakin kuat untuk bersatu dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua LPM Kelurahan Kertasari, Agus Sukmana. Ia mengaku bangga melihat tingginya partisipasi warga yang hadir hingga memenuhi area kegiatan.
Yang lebih membanggakan, kata Agus, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana berkat swadaya dan gotong royong masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
“Malam ini benar-benar di luar perkiraan. Halaman Islamic Center dipenuhi masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan warga Kertasari masih sangat kuat,” ujarnya.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kelurahan Kertasari akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pergantian tahun. Di tengah lantunan doa dan istighosah, ribuan warga menunjukkan bahwa persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar