Akhirussanah Daarul Ma’arif Imbanagara 2026, KH Kusoy: Hubungan Guru dan Santri Tak Pernah Berakhir
- account_circle Gita Aprilia Sarah Ahmad
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id.
Tangis haru tak terbendung di halaman Pondok Pesantren Daarul Ma’arif Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Rabu (24/6/2026). Di tengah lantunan doa dan suasana penuh kekhidmatan, ratusan santri mengikuti prosesi Akhirussanah yang menandai selesainya perjalanan pendidikan mereka di pesantren.
Namun bagi keluarga besar Daarul Ma’arif, hari itu bukan sekadar seremoni kelulusan. Ada pesan mendalam yang akan terus melekat dalam ingatan para santri: tidak ada kata perpisahan bagi pencari ilmu.
Selain melepas lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), pesantren juga mewisuda para santri Tahfidz Al-Qur’an yang berhasil menyelesaikan target hafalan sesuai jenjangnya. Momen wisuda tahfidz menjadi salah satu bagian paling mengharukan karena menjadi bukti perjuangan panjang para santri dalam menjaga Kalamullah.
Suasana semakin emosional ketika Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Ma’arif, KH Kusoy Fadiliyah, menyampaikan nasihat terakhir kepada para santri. Dengan mata berkaca-kaca, ia menegaskan bahwa tidak ada istilah alumni di lingkungan pesantren yang dipimpinnya.
“Tidak ada istilah alumni, yang ada santri abadi,” ungkapnya.
Menurut KH Kusoy, ikatan antara guru dan santri tidak pernah terputus oleh waktu maupun jarak. Hubungan spiritual yang terbangun selama menuntut ilmu akan terus hidup melalui doa, adab, dan silaturahmi yang terjaga.

Pengasuh Pesantren Daarul Ma’arif KH Kusoy Fadiliyah berfoto bersama
Pesan itu membuat banyak santri dan wali santri meneteskan air mata. Saat prosesi salam perpisahan berlangsung, sejumlah santri tampak tak kuasa menahan haru ketika memeluk para guru yang selama bertahun-tahun membimbing mereka.
Dalam kesempatan tersebut, pesantren juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi, santri teladan, serta para penghafal Al-Qur’an dengan capaian terbaik. Penghormatan khusus diberikan kepada wisudawan tahfidz sebagai motivasi agar mereka terus menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sepanjang hayat.
Bagi Daarul Ma’arif Imbanagara, kelulusan bukanlah garis akhir. Justru dari titik itulah pengabdian dimulai. Para santri diharapkan menjadi penerang di tengah masyarakat, membawa ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama berada di pesantren.
Akhirussanah tahun ini menjadi pengingat bahwa pesantren adalah rumah besar yang selalu terbuka. Sebab di Daarul Ma’arif, seorang santri mungkin selesai belajar, tetapi tidak pernah berhenti menjadi bagian dari keluarga pesantren. Mereka adalah santri abadi.
- Penulis: Gita Aprilia Sarah Ahmad

Saat ini belum ada komentar