Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

  • account_circle Rahmat Gumilar
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Untuk pertama kali, Mahkota Binokasih dikirab dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurut rencana, 3 Mei 2026, Mahkota Binokasih diarak ke Astana Gede Kawali.

Mahkota bukan sekadar perhiasan kepala bagi seorang raja. Di tanah Sunda, mahkota adalah simbol legitimasi, kesinambungan kekuasaan, sekaligus penanda ruh peradaban. Salah satu yang paling sakral adalah Mahkota Binokasih, pusaka agung yang jejak sejarahnya terhubung erat dengan Kerajaan Galuh dan perjalanan panjang kerajaan-kerajaan Sunda setelahnya.

Jejak Awal dari Tanah Galuh

Kerajaan Galuh, yang berpusat di wilayah yang kini dikenal sebagai Ciamis, merupakan salah satu kerajaan besar di tatar Sunda pada masa klasik. Dalam tradisi lisan dan naskah-naskah kuno, Mahkota Binokasih diyakini sebagai simbol kekuasaan raja-raja Sunda yang diwariskan secara turun-temurun. Mahkota ini bukan hanya lambang otoritas politik, tetapi juga dianggap memiliki nilai spiritual tinggi, mengandung doa, harapan, dan legitimasi ilahiah bagi pemegangnya.

Nama “Binokasih” sendiri sering dimaknai sebagai “dibina dengan kasih,” mencerminkan filosofi kepemimpinan Sunda yang mengedepankan welas asih, keadilan, dan kebijaksanaan.

Perpindahan Pusaka dan Masa Pajajaran

Seiring runtuhnya pusat-pusat kekuasaan lama dan munculnya kerajaan baru, pusaka ini berpindah tangan. Mahkota Binokasih kemudian dikenal sebagai bagian penting dari simbol kekuasaan di Kerajaan Pajajaran, kerajaan besar yang menjadi penerus tradisi Sunda klasik.

Namun, ketika Pajajaran mengalami keruntuhan pada abad ke-16 akibat tekanan politik dan militer, pusaka-pusaka kerajaan, termasuk Mahkota Binokasih, diselamatkan.

Di sinilah kisah penting terjadi: mahkota tersebut akhirnya sampai ke tangan penguasa Sumedang.

Era Sumedang Larang dan Prabu Geusan Ulun

Mahkota Binokasih kemudian menjadi bagian dari legitimasi kekuasaan di Kerajaan Sumedang Larang.

Sosok penting dalam fase ini adalah Prabu Geusan Ulun, yang diyakini menerima pusaka tersebut sebagai simbol kesinambungan dari Pajajaran.

Di bawah kepemimpinan Prabu Geusan Ulun, Mahkota Binokasih tidak hanya menjadi simbol kekuasaan, tetapi juga alat pemersatu identitas Sunda di tengah perubahan zaman. Pusaka ini menjadi bukti bahwa meskipun pusat kekuasaan berpindah, ruh budaya dan tradisi tetap terjaga.

Makna Filosofis Mahkota Binokasih

Mahkota ini bukan sekadar artefak sejarah. Ia mengandung nilai-nilai luhur:

Kepemimpinan berbasis kasih sayang

Keseimbangan antara kekuasaan dan kebijaksanaan

Tanggung jawab moral terhadap rakyat

Dalam konteks budaya Sunda, pemimpin ideal bukan hanya kuat, tetapi juga mampu mengayomi,sejalan dengan filosofi yang terkandung dalam Binokasih.

Tradisi Kirab Mahkota Binokasih.

Hingga hari ini, Mahkota Binokasih tetap dijaga dan dilestarikan, terutama di Sumedang. Salah satu bentuk pelestarian yang paling menarik adalah Kirab Mahkota Binokasih.

Kirab ini biasanya digelar dalam momen-momen khusus, seperti hari jadi daerah atau peringatan budaya. Dalam kirab, mahkota diarak dengan penuh kehormatan, diiringi oleh:

Pasukan adat berpakaian tradisional Sunda

Tarian dan musik tradisional seperti degung

Ritual doa dan penghormatan kepada leluhur

Prosesi ini bukan sekadar parade budaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang peradaban Sunda. Masyarakat yang menyaksikan kirab biasanya larut dalam suasana sakral, ada rasa bangga, haru, sekaligus kesadaran akan akar budaya mereka.

Kirab sebagai Jembatan Masa Lalu dan Masa Kini

Kirab Mahkota Binokasih menjadi semacam “jembatan waktu.” Ia menghubungkan generasi sekarang dengan masa lalu yang penuh nilai dan makna. Di tengah modernitas yang sering melupakan akar budaya, tradisi ini justru menjadi pengingat: bahwa identitas tidak lahir dari ruang kosong.

Di wilayah Priangan Timur, termasuk Ciamis yang dulu menjadi bagian penting dari Galuh, kisah Mahkota Binokasih tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Ia bukan sekadar cerita lama, tetapi bagian dari jati diri.

Mahkota Binokasih adalah lebih dari sekadar pusaka kerajaan. Ia adalah simbol perjalanan panjang peradaban Sunda dari Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang.

Sementara kirabnya menjadi cara masyarakat hari ini menjaga agar sejarah tidak sekadar menjadi arsip, tetapi tetap hidup, bergerak, dan dirayakan.

  • Penulis: Rahmat Gumilar
  • Editor: Yeyep Arip

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDN 1 Mekarsari Cipaku Raih Prestasi FLS3N Kabupaten Ciamis 2026

    SDN 1 Mekarsari Cipaku Raih Prestasi FLS3N Kabupaten Ciamis 2026

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 57
    • 0Komentar

      CIAMIS, lintasmedia.id. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SDN 1 Mekarsari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026. Dua siswa sekolah tersebut berhasil membawa pulang penghargaan pada kompetisi seni dan sastra tingkat sekolah dasar yang digelar Selasa (19/5/2026). Ajang FLS3N tingkat Kabupaten Ciamis […]

  • Polresta Tasikmalaya Rotasi Wakapolres dan Kasat Reskrim

    Polresta Tasikmalaya Rotasi Wakapolres dan Kasat Reskrim

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Renaldy Putra
    • visibility 38
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id Polresta Tasikmalaya menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapolresta Tasikmalaya dan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) di Mapolresta Tasikmalaya, Selasa (9/6/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Andi Purwanto, sebagai tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa Barat Nomor ST/713/V/KEP/2026 tanggal 22 Mei 2026 tentang mutasi jabatan di lingkungan Polda Jawa Barat. […]

  • Data Pemilih Disabilitas Tasikmalaya Dinilai Masih Jauh dari Akurat

    Data Pemilih Disabilitas Tasikmalaya Dinilai Masih Jauh dari Akurat

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id Persoalan pendataan pemilih penyandang disabilitas kembali menjadi sorotan menjelang tahapan pemilu dan pemilihan mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya menilai kualitas data pemilih disabilitas hingga kini masih belum akurat dan berpotensi menghambat terwujudnya demokrasi yang inklusif. Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale […]

  • Pemkab Ciamis Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

    Pemkab Ciamis Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 34
    • 0Komentar

      CIAMIS, lintasmedia.id. Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, guru, pelajar, hingga mahasiswa. Upacara dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, yang membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam […]

  • Ular Sanca Masuk Kandang, Warga Ciamis Resah Ayam Dimangsa

    Ular Sanca Masuk Kandang, Warga Ciamis Resah Ayam Dimangsa

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rahmat Gumilar
    • visibility 33
    • 0Komentar

    CIAMIS, lintasmedia.id Kemunculan ular sanca di permukiman warga kembali menimbulkan keresahan. Seekor ular sanca sepanjang sekitar 2,2 meter ditemukan berada di kandang ayam milik warga di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (5/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pemilik kandang, Nuhrawan (59), saat hendak memberi pakan ayam sekitar pukul 07.00 WIB. […]

  • Sapi Kurban Presiden 1,4 Ton Disembelih Warga Cibeas Tasikmalaya Saat Iduladha

    Sapi Kurban Presiden 1,4 Ton Disembelih Warga Cibeas Tasikmalaya Saat Iduladha

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 30
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kampung Cibeas, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, berlangsung penuh haru dan kebersamaan. Warga setempat menerima bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia dengan bobot mencapai 1,4 ton. Kedatangan sapi kurban berukuran jumbo tersebut menjadi perhatian masyarakat. Ratusan warga memadati lokasi penyembelihan untuk menyaksikan langsung prosesi […]

expand_less