Rumah Lansia di Cipedes Terbakar Saat Salat Jumat, Api Nyaris Merembet ke Permukiman
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Kepulan asap tebal mendadak menggegerkan warga Rancabango RT 01 RW 15, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (12/6/2026). Sebuah rumah milik seorang lansia bernama Tati (72) terbakar saat sebagian besar warga tengah menunaikan Salat Jumat.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB itu sempat memicu kepanikan. Pasalnya, banyak rumah di lingkungan tersebut hanya dihuni perempuan dan anak-anak karena kaum pria sedang berada di masjid.
Warga pertama kali melihat asap membumbung dari bagian atap rumah Tati. Dalam waktu singkat, api membesar dan melalap konstruksi bangunan yang didominasi material kayu.
“Tiba-tiba terlihat api dari sudut atap. Tidak lama kemudian langsung membesar,” ujar Tati di lokasi kejadian.
Teriakan warga yang meminta pertolongan memecah suasana siang yang semula tenang. Sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan ember dan selang air untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi.
Tak lama berselang, satu unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman pada titik api yang terus membakar bagian atap rumah.
Proses pemadaman berlangsung cukup menantang karena akses menuju lokasi berada di gang permukiman yang relatif sempit.
Selain itu, kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat membesar dan berpotensi menyebabkan runtuhan.
Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar 15 menit kemudian. Api dapat dipadamkan sebelum menjalar lebih luas ke permukiman padat penduduk.
Meski berhasil dicegah agar tidak meluas, kebakaran sempat merusak sebagian atap rumah milik Orin yang berada tepat di samping lokasi kejadian.
“Api sempat menyambar bagian atap rumah saya. Alhamdulillah cepat dipadamkan sehingga tidak semakin besar,” kata Orin.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang terjadi di bagian atap rumah. Namun demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan petugas kepolisian dan tim pemadam kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Namun sejumlah barang elektronik, perabot rumah tangga, dan bagian bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Pasca kejadian, warga bersama aparat setempat bergotong royong membersihkan sisa material yang terbakar. Pemerintah Kelurahan Panglayungan juga telah melakukan pendataan guna menindaklanjuti bantuan bagi korban kebakaran.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada instalasi rumah yang sudah berusia tua dan jarang dilakukan pemeriksaan berkala.
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar