Milangkala ke-196 Desa Handapherang Ciamis, Warga Kian Guyub Ngawangun Lembur
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 63
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id
Peringatan Milangkala ke-196 Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun desa.
Puncak peringatan yang digelar di Balai Sawala Prabu Liman Sonjaya, Kamis (20/8/2026), berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 2.000 orang dari berbagai unsur masyarakat.
Rangkaian acara puncak diisi Saresehan bertema Ngahalang (Ngajaga Lembur Ajen Luhung Handapherang). Kegiatan diawali dengan prosesi Ngarak Diksa, yakni dokumen ikhtisar sejarah Desa Handapherang, dari Balai Desa menuju Balai Sawala Prabu Liman Sonjaya.
Dalam kesempatan tersebut, Balai Sawala Prabu Liman Sonjaya juga diresmikan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milangkala Desa Handapherang.
Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, mengatakan Milangkala ke-196 menjadi peringatan istimewa karena untuk pertama kalinya digelar dalam skala besar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Ini merupakan kali pertama peringatan hari jadi desa dilaksanakan secara megah dan dihadiri sekitar 2.000 orang,” ujar Tantan.
Menurutnya, Milangkala bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendiri desa, tokoh agama, serta para tokoh yang telah meletakkan dasar pembangunan Desa Handapherang.
Tantan berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Milangkala dapat terus dipelihara dalam kehidupan masyarakat.
“Harapannya, peringatan ini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong karena perjalanan membangun desa belum selesai. Semoga Desa Handapherang semakin maju, bermartabat, dan mendapat rida Allah SWT,” katanya.
Rangkaian Milangkala Desa Handapherang
Peringatan Milangkala ke-196 Desa Handapherang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejumlah kegiatan edukatif, budaya, dan keagamaan turut digelar selama rangkaian acara.
Pada Senin (17/8/2026) malam, masyarakat disuguhkan Festival Adat dan Budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional.
Kemudian, Rabu (19/8/2026), dilaksanakan ziarah ke makam para pendiri desa dan tokoh penyebar agama Islam di Desa Handapherang. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah desa, perwakilan siswa, pegiat budaya, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar pada malam harinya.
Tantan menjelaskan, ziarah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenang sejarah dan perjuangan para pendahulu.
“Ziarah bertujuan mengingatkan kita pada kematian, mendoakan para leluhur, menjalin silaturahmi, serta meneladani dan meneruskan perjuangan para pendiri desa,” ucapnya.
Guyub Warga Dorong Ekonomi Lokal
Semangat gotong royong juga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Koordinator RT/RW Desa Handapherang, Taufan Nugraha, menyampaikan apresiasi kepada 49 ketua RT dan 19 ketua RW yang turut berpartisipasi secara swadaya, termasuk dalam penyediaan konsumsi selama kegiatan.
“Semoga partisipasi dan dukungan ini menjadi wujud nyata semangat guyub ngawangun lembur atau kebersamaan dalam membangun desa,” tutur Taufan.
Selain memperkuat kebersamaan, Milangkala ke-196 juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
Sejumlah pelaku UMKM berjualan di sekitar lokasi acara sehingga turut merasakan dampak ekonomi dari tingginya antusiasme masyarakat.Keterlibatan UMKM diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda Milangkala Desa Handapherang pada tahun-tahun berikutnya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar