Anggota DPRD Ciamis Apresiasi Kunjungan Kementan, Desak KDM Hadir Bawa Solusi, Bukan Sekadar Konten
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITA CIAMIS-lintasmedia.id.
Langkah pemerintah menangani kebutuhan air di 4.000 hektare sawah perbatasan Kabupaten Ciamis dan Pangandaran belum menemui kepastian.
Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Endang Cahyadi, menyebut kunjungan lapangan Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Nandang Sudrajat, Kamis (7/5/2026) siang, fokus pada mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi beberapa bulan ke depan.
“Kunjungan ini belum menghasilkan langkah pasti untuk menanggulangi kebutuhan pasokan air di areal 4.000 hektare sawah,” kata Endang.
Lahan itu mencakup petani di Kecamatan Lakbok, Purwadadi, Banjarsari di Ciamis, serta berdampak ke petani di Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.
“Mohon maaf, kunjungan kali ini fokus ke mitigasi penanganan menghadapi musim kemarau beberapa bulan ke depan,” tegasnya.
Dari pertemuan itu, Endang menyampaikan empat usulan kepada pemerintah pusat:
1. *BBWS Citanduy* memastikan pasokan air ke setiap wilayah irigasi tetap terjaga selama kemarau.
2. *Pembangunan pintu air di Sipon* agar saat kemarau dan irigasi kering, petani Lakbok dan Purwadadi mudah menyedot air dengan mesin untuk mengairi sawah.
3. Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di beberapa desa wilayah Lakbok, Purwadadi, dan Banjarsari.
4. Perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan Bendungan Gunung Putri di Sindangasih, Kecamatan Banjarsari yang rusak.
Ia berjanji mengawal usulan hingga terealisasi. “Saya pribadi bersama pemerintah desa, kecamatan, pemda, dan pihak terkait akan terus mengawal usulan tersebut,” ujarnya.
Gubernur Jabar Diminta Hadir dengan Aksi Nyata
Endang meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) segera turun tangan membantu petani.
“Semoga Pak Gubernur Jawa Barat bisa secepatnya membantu dengan aksi nyata, bukan untuk kepentingan konten semata, tapi dengan realisasi yang sesuai dengan tahapan tahapan yang benar, karena Ciamis dan Pangandaran salah satu lumbung padi di Jawa Barat,” tandasnya.
Untuk kelancaran kebutuhan petani, Endang meminta doa dan dukungan masyarakat. “Mohon doa dan dukungannya dari Bapak-Ibu sekalian. Semoga ikhtiar dengan segala keterbatasan yang kami miliki diridhoi Allah SWT serta dapat meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: Bang Sufi
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar