Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Ciamis » Nyiar Lumar Kawali: Mencari Cahaya dari Jejak Sejarah Galuh

Nyiar Lumar Kawali: Mencari Cahaya dari Jejak Sejarah Galuh

  • account_circle Yeyep Arip
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIAMIS, lintasmedia.id

 

Malam di Kawali, Kabupaten Ciamis, memiliki cerita tersendiri. Di tengah suasana gelap yang perlahan diterangi cahaya obor, masyarakat berjalan menuju Situs Astana Gede. Langkah demi langkah seolah membawa mereka menelusuri kembali jejak sejarah dan kebudayaan Sunda yang tersimpan di kawasan bekas pusat Kerajaan Galuh.

Dari perjalanan itulah lahir sebuah tradisi bernama Nyiar Lumar.

Nyiar Lumar bukan sekadar pertunjukan seni. Ia merupakan peristiwa budaya yang mempertemukan masyarakat, seniman, budayawan, sejarah, alam, dan ruang sakral Astana Gede Kawali.

Ketua Panitia Umum, Nyiar Lumar, Ocay Rosadi mengatakan, pelaksanaan Nyiar Lumar tahun 2026 untuk membangkitkan kembali spirit kegaluhan.

“Secara bahasa, nyiar berarti mencari, sedangkan lumar merujuk pada jamur bercahaya yang dalam tradisi masyarakat Sunda dikenal dapat memancarkan cahaya pada malam hari. Namun, makna Nyiar Lumar jauh lebih dalam daripada sekadar mencari cahaya secara harfiah,” ujar Ocay

Dikatakan Ocay, lumar menjadi simbol pencarian cahaya kehidupan. Cahaya itu dapat dimaknai sebagai pengetahuan, kebenaran, kebijaksanaan, sekaligus kesadaran untuk mengenali kembali sejarah dan warisan leluhur.

“Nyiar Lumar sudah merupakan bagian dari strategi dan pesta budaya masyarakat Kawali dan diharapkan bisa menjadi daya ungkit ekonomi kerakyatan masyarakat sekitar. Diharapkan semua yg hadir mengikuti mendapatkan “Lumar” dari acara tersebut, semisal mereka jadi mengetahui tentang sejarah yang tertulis di Prasasti Kawali yang berada di Situs sejarah Astana Gede Kawali,” ujar Ocay.

Lahir di Tengah Perubahan Besar

Menurut Ocay, Nyiar Lumar pertama kali digelar pada 20 Mei 1998, bertepatan dengan situasi politik Indonesia yang sedang berada pada titik perubahan besar menjelang berakhirnya Orde Baru. Gagasan tersebut lahir dari kegelisahan para seniman dan budayawan terhadap kondisi masyarakat sekaligus keinginan untuk menghadirkan ruang refleksi melalui seni dan budaya.

“Sejumlah nama yang tercatat sebagai penggagas awal Nyiar Lumar antara lain sastrawan Sunda Godi Suwarna, Dadang Q Mos, Eddy Rusyana, dan Pandu Radea,” ujarnya.

Menariknya, kelahiran Nyiar Lumar tidak hanya berangkat dari gagasan menciptakan sebuah pertunjukan seni. Para penggagasnya ingin menjadikan kesenian sebagai sarana untuk mendekatkan manusia dengan alam, sejarah, dan lingkungan sosialnya.

Karena itu, sejak awal Nyiar Lumar memiliki karakter yang berbeda. Seni tidak hanya dipertontonkan di atas panggung, tetapi dihadirkan dalam sebuah perjalanan.

Lalampahan Menuju Astana Gede

Salah satu bagian yang menjadi ciri khas Nyiar Lumar adalah Lalampahan, yakni perjalanan masyarakat menuju Situs Astana Gede Kawali.

Peserta biasanya berkumpul terlebih dahulu di kawasan Pendopo Kawali. Setelah rangkaian pembukaan dan pertunjukan seni, perjalanan dilanjutkan menuju Astana Gede dengan membawa obor.

 

Dalam suasana malam, cahaya obor menjadi simbol yang kuat. Gelap tidak lagi sekadar keadaan alam, tetapi menjadi gambaran perjalanan manusia dalam mencari terang.

Perjalanan tersebut juga dimeriahkan berbagai kesenian tradisional.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, masyarakat dapat menyaksikan beragam kesenian seperti Genjring Ronyok, Calung, Karinding, Tutunggulan, Wayang Landung, Bebegig Sukamantri, hingga kesenian tradisi dari daerah lain.

Sesampainya di Astana Gede, perjalanan budaya itu berlanjut dengan pertunjukan seni dan berbagai aktivitas yang menghidupkan suasana situs bersejarah tersebut.

Astana Gede dan Ingatan Galuh

Nyiar Lumar tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Situs Astana Gede Kawali.

Kawasan ini menyimpan sejumlah peninggalan sejarah penting yang berkaitan dengan masa Kerajaan Galuh. Salah satunya adalah prasasti-prasasti Kawali yang menjadi jejak sejarah penting bagi masyarakat Sunda.

Karena itu, Nyiar Lumar dapat dipandang sebagai ruang untuk menghubungkan masa lalu dengan kehidupan masa kini.

Seni menjadi jembatan. Sejarah menjadi ingatan. Sementara perjalanan malam menjadi simbol pencarian manusia terhadap makna kehidupan.

Nyiar Lumar, juga disebut sebagai bentuk pangeling-eling atau pengingat terhadap sejarah dan leluhur Galuh.

Dari Gerakan Seniman Menjadi Tradisi Masyarakat

Pada penyelenggaraan awal, Nyiar Lumar banyak digerakkan oleh para pelaku seni dan mahasiswa. Dalam perkembangannya, kegiatan ini kemudian mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan menjadi agenda kebudayaan yang digelar secara berkala.

Penyelenggaraan Nyiar Lumar tahun 2016 bahkan disebut sebagai salah satu pelaksanaan yang sukses dalam perjalanan kegiatan tersebut. Sementara pada 2018, Nyiar Lumar telah memasuki penyelenggaraan ke-10.

Pada 2022, kegiatan Nyiar Lumar kembali menjadi perhatian dengan rangkaian pertunjukan seni, helaran budaya, dan perjalanan menuju Astana Gede.

Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Galuh Virtual juga mencatat Nyiar Lumar sebagai salah satu agenda budaya di Astana Gede Kawali.

Mencari Cahaya, Merawat Ingatan

Nyiar Lumar pada akhirnya bukan hanya tentang obor yang menerangi perjalanan malam.

Ia adalah metafora tentang manusia yang terus mencari cahaya di tengah kegelapan zaman.

Cahaya itu adalah pengetahuan. Cahaya itu adalah kesadaran sejarah. Cahaya itu adalah kebudayaan yang diwariskan leluhur kepada generasi berikutnya.

Di tengah arus modernisasi, Nyiar Lumar mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh kehilangan hubungan dengan akar budayanya.

Sebab sebuah daerah tidak hanya dibangun oleh jalan, gedung, dan pusat ekonomi. Daerah juga dibangun oleh ingatan, cerita, kesenian, sejarah, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dari Astana Gede Kawali, Nyiar Lumar seolah mengajarkan satu pesan sederhana: jangan berhenti mencari cahaya, karena perjalanan kebudayaan adalah perjalanan panjang untuk mengenali siapa diri kita dan dari mana kita berasal.

  • Penulis: Yeyep Arip

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.700 Paket Sembako untuk Yatim Piatu dan Dhuafa di Tasikmalaya

    3.700 Paket Sembako untuk Yatim Piatu dan Dhuafa di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 86
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id Sebanyak 3.700 paket sembako disalurkan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya melalui bakti sosial yang digagas Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Sahabat Ryano, Gandara Group 37, bersama Yonif TP 939/Macan Putih. Bantuan berupa paket sembako berisi beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok […]

  • PLN Tasikmalaya Pulihkan Daya Listrik PT Bina Kayu Lestari hingga 2.180.000 VA

    PLN Tasikmalaya Pulihkan Daya Listrik PT Bina Kayu Lestari hingga 2.180.000 VA

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, LINTASMEDIA.ID PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tasikmalaya memulihkan kapasitas daya listrik PT Bina Kayu Lestari menjadi 2.180.000 VA guna mendukung kelancaran operasional dan peningkatan produktivitas sektor industri. Pemulihan daya tersebut dilakukan melalui PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rajapolah sebagai bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan pelayanan kelistrikan yang responsif dan sesuai kebutuhan pelanggan. […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk Warga

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk Warga

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Renaldy Putra
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Salah satunya dengan menyalurkan ribuan liter air bersih, membagikan paket sembako, serta menggelar aksi bersih-bersih tempat ibadah di Kampung Pasirbenying, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang diprakarsai Satuan Lalu Lintas (Satlantas) […]

  • Keraton Sumedang Larang Soroti Gejolak Sumedang, Desak Persoalan Pemerintahan Dibuka Terang

    Keraton Sumedang Larang Soroti Gejolak Sumedang, Desak Persoalan Pemerintahan Dibuka Terang

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Ki Acep Aan
    • visibility 48
    • 0Komentar

      SUMEDANG, LINTASMEDIA.ID. Keraton Sumedang Larang menyoroti berbagai dinamika yang terjadi di Kabupaten Sumedang dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah persoalan yang mencuat, termasuk yang berkaitan dengan pemerintahan dan pejabat daerah, dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memicu ketidakpuasan masyarakat yang lebih luas. Mantri Luar Keraton Sumedang Larang, Asep Sulaeman Fadiil, mengatakan kondisi yang berkembang […]

  • Gila ! 2 Bulan Lagi Pensiun dan Kondisi Habis Stroke, Pejabat Eselon II Malah Dijadikan Kadishub, Ketua Komisi 1, Bupati Melanggar PP 17 Tahun 2020

    Gila ! 2 Bulan Lagi Pensiun dan Kondisi Habis Stroke, Pejabat Eselon II Malah Dijadikan Kadishub, Ketua Komisi 1, Bupati Melanggar PP 17 Tahun 2020

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Admin Lintas Media
    • visibility 107
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id Gila Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin melantik Pejabat eselon II yang kondisi fisiknya belum pulih usai kena stroke, dan tinggal 2 bulan lagi jelang pensiun, malah dilantik jadi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/5/2026) Sore Mutasi jabatan terbaru Pemkab Tasikmalaya ini langsung di tanggapi Ketua Komisi 1 DPRD dan […]

  • SAGARUT Permudah Layanan Publik Warga Garut

    SAGARUT Permudah Layanan Publik Warga Garut

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Renaldy Putra
    • visibility 96
    • 0Komentar

    GARUT, lintasmedia.id. Pemerintah Kabupaten Garut terus mempercepat transformasi digital melalui pengembangan aplikasi layanan publik SAGARUT. Aplikasi berbasis super apps tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah dalam satu platform guna memudahkan akses masyarakat. Pengembangan aplikasi SAGARUT menjadi salah satu fokus Pemkab Garut dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Aplikasi […]

expand_less