Misteri Bunuh Diri di Jembatan Cirahong Ciamis Tak Pernah Usai
- account_circle Renaldy Putra
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id.
Seorang pemuda warga Cikadu Manonjaya Tasikmalaya berhasil diselamatkan dari upaya bunuh diri, Selasa, 2 Juni 2026. Pedagang cilok tersebut memilih bunuh diri usai cekcok dengan istrinya. Kejadian ini menambah panjang daftar kematian yang tragis dan mengenaskan.
Di atas derasnya Sungai Citanduy, berdiri kokoh Jembatan Cirahong, jembatan tua peninggalan Belanda yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya. Struktur besi berusia lebih dari satu abad itu tak hanya dikenal sebagai jalur kereta api bersejarah, tetapi juga menyimpan kisah kelam yang terus berulang: dugaan bunuh diri.
Hampir setiap tahun, nama Cirahong kembali muncul dalam berita duka. Mei 2026 lalu, seorang lansia diduga melompat dari jembatan tersebut. Sebelum kejadian, korban sempat membeli roti, cokelat, dan air mineral di sebuah warung dekat lokasi. Ia kemudian berjalan menuju jembatan dan tak pernah kembali.
Kasus serupa juga terjadi pada 2024. Seorang pemuda asal Ciamis ditemukan meninggal setelah diduga melompat ke Sungai Citanduy dari Jembatan Cirahong. Tim SAR harus menyisir sungai selama beberapa hari sebelum akhirnya menemukan jasad korban.
Fenomena ini membuat warga bertanya-tanya. Mengapa Cirahong seolah menjadi “magnet” bagi orang-orang yang kehilangan harapan hidup?
Sebagian warga melihatnya dari sisi psikologis.
Letak jembatan yang tinggi, sepi pada jam tertentu, serta suasana sunyi di tengah aliran sungai dianggap menciptakan ruang bagi orang yang sedang mengalami tekanan mental. Jembatan setinggi sekitar 66 meter itu memang menghadirkan suasana mencekam, terlebih ketika kereta melintas di atas rangka baja tua peninggalan kolonial.
Namun di balik penjelasan logis, berkembang pula kisah-kisah mistis yang diwariskan turun-temurun.
Warga sekitar percaya kawasan Cirahong memiliki “energi angker”.
Banyak pengendara mengaku merasakan hawa dingin mendadak saat melintas malam hari. Ada pula cerita tentang sosok perempuan berpakaian putih yang disebut sering terlihat berdiri di ujung jembatan ketika kabut turun.
Sebagian warga tua meyakini Sungai Citanduy di bawah Cirahong merupakan jalur gaib yang sejak dulu dianggap wingit. Konon, orang yang datang dengan pikiran kosong dan beban berat disebut mudah “dipanggil” oleh suasana mistis kawasan tersebut.
Meski demikian, tokoh masyarakat setempat mengingatkan agar publik tidak semata-mata menghubungkan kasus bunuh diri dengan hal gaib. Mereka menilai persoalan kesehatan mental, tekanan ekonomi, kesepian, hingga depresi jauh lebih penting mendapat perhatian serius.
“Yang harus diperkuat itu kepedulian sosial. Jangan sampai orang merasa sendirian,” ujar Engkon, warga Desa Panyingkiran Ciamis.
Kini, di tengah pesona wisata dan sejarahnya, Jembatan Cirahong tetap menyimpan paradoks: indah dipandang, tetapi juga menjadi saksi bisu keputusasaan manusia.
- Penulis: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar