Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Tasik » Menelusuri Jejak Sejarah Sunda dari Prasasti hingga Naskah Kuno

Menelusuri Jejak Sejarah Sunda dari Prasasti hingga Naskah Kuno

  • account_circle Ki Acep Aan
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

TASIKMALAYA, LINTASMEDIA.ID

Sejarah tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berkelindan dengan ruang, tempat, manusia, dan peninggalan yang ditinggalkan generasi sebelumnya. Karena itu, upaya membaca sejarah Sunda tidak cukup hanya melalui cerita lisan, tetapi juga perlu menelusuri jejak material berupa situs, prasasti, dan naskah kuno.

Pemikiran tersebut menjadi dasar pendataan peninggalan sejarah yang dilakukan Ki Acep Aan, pemerhati budaya dan situs sejarah. Ia menaruh perhatian khusus pada dokumen korporal, yakni peninggalan sejarah berbentuk benda dan bukan tulisan.

Menurut Acep Aan, keberadaan sebuah situs belum tentu memiliki hubungan langsung dengan periode sejarah tertentu. Namun, keberadaan peninggalan sejarah di suatu tempat menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi ruang kehidupan manusia yang teratur.

Dari perspektif itu, situs-situs sejarah dapat menjadi petunjuk untuk menelusuri keberadaan organisasi sosial dan pemerintahan pada masa lampau, termasuk kerajaan dalam berbagai skala.

Pemahaman tersebut juga berkaitan dengan apa yang disebut tradisi megalitik. Acep Aan mencontohkan kawasan Bogor yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Kerajaan Sunda dan Pakuan Pajajaran. Di wilayah tersebut masih ditemukan peninggalan bercorak megalitik meskipun masyarakat pendukungnya telah mengenal tulisan.

Artinya, menurut dia, tradisi megalitik tidak selalu berhenti ketika suatu masyarakat memasuki masa mengenal tulisan. Tradisi tersebut dapat terus hidup dan digunakan dalam konteks sosial, keagamaan, maupun budaya pada periode kerajaan.

Prasasti dan Naskah Kuno

Jejak sejarah Sunda juga dapat ditelusuri melalui sejumlah prasasti. Dalam catatan Acep Aan, beberapa di antaranya adalah Prasasti Tarumanegara, Prasasti Galunggung atau Geger Hanjuang, Prasasti Cibadak, Prasasti Kawali, Prasasti Kebantenan, Prasasti Batutulis di Bogor, serta Prasasti Pasir Muara.

Selain prasasti, sumber penting lainnya adalah naskah kropak, yakni naskah kuno yang antara lain ditulis pada bahan tradisional seperti daun nipah.

Beberapa naskah yang dicatat antara lain Kropak 406 yang dikenal sebagai Carita Parahyangan, Kropak 630 Sanghyang Siksakandang Karesian, Kropak 410 Carita Ratu Pakuan, serta Kropak 632 dari Ciburuy, Garut.

Dari berbagai sumber tersebut, nama sejumlah kerajaan dan tokoh masa lalu dapat ditelusuri. Di antaranya Tarumanagara, Sunda, Galuh, Kawali, Pakuan Pajajaran, Galunggung, Saunggalah, hingga kerajaan-kerajaan lokal lainnya.

Demikian pula nama tokoh seperti Purnawarman, Sri Jayabupati, Niskala Wastu Kancana, Dewa Niskala, dan Sri Baduga Maharaja muncul dalam berbagai sumber sejarah yang menjadi bahan kajian.

Pangeran Wangsakerta dan Gotra Sawala

Salah satu bagian penting dalam catatan Acep Aan adalah keberadaan tradisi intelektual di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon pada abad ke-17 yang dikaitkan dengan Pangeran Wangsakerta.

Acep Aan mencatat kegiatan Gotra Sawala yang berlangsung dalam rentang 1677–1698. Forum tersebut disebut melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai daerah Nusantara untuk membahas dan menyusun berbagai catatan mengenai sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Dalam catatannya, karya yang dikaitkan dengan tradisi tersebut antara lain Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, Pustaka Pararatwan, dan Pustaka Nagarakretabhumi.

Wilayah yang disebut dalam salah satu kelompok pembahasan mencakup Sumedang, Sukapura, Parakan Muncang, Rancamaya, Galunggung, Ukur, Talaga, Sindangkasih, Galuh, Kertabumi, Rajagaluh, Luragung, Imbanagara, Giri, hingga Sendang Duwur.

Catatan tersebut menunjukkan betapa luasnya upaya masyarakat masa lalu dalam merekam ingatan sejarah, meskipun keberadaan, penanggalan, serta autentisitas setiap naskah dan informasi di dalamnya tetap membutuhkan kajian filologis dan historiografis secara kritis.

Bagi Acep Aan, warisan naskah dan peninggalan sejarah tersebut merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Jawa Barat dan Nusantara.

Ia berharap generasi sekarang tidak hanya mengenal sejarah dari nama kerajaan dan tokohnya, tetapi juga memahami bagaimana sejarah itu diwariskan melalui situs, prasasti, manuskrip, tradisi, dan ingatan masyarakat.

Pepatah Sunda “Ka hareup ngala sajeujeuh, ka tukang ngala salengkah” menjadi relevan dalam konteks tersebut. Melangkah ke masa depan, kata Acep Aan, tidak berarti memutus hubungan dengan masa lalu.

Sebab, seperti dikutipnya dari pemikiran Moen (1937), geografi tanpa sejarah ibarat bangkai, sedangkan sejarah tanpa geografi ibarat gelandangan.

Sejarah pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Ia adalah cara sebuah masyarakat mengenali tempat berpijak, memahami perjalanan leluhur, sekaligus menentukan arah langkah ke masa depan.

  • Penulis: Ki Acep Aan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciamis Promosikan Wisata dan UMKM Unggulan di Malang City Expo 2026

    Ciamis Promosikan Wisata dan UMKM Unggulan di Malang City Expo 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MALANG, lintasmedia.id Kabupaten Ciamis kembali memperluas promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di tingkat nasional. Melalui Dinas Pariwisata, Ciamis ambil bagian dalam Malang City Expo 2026 yang digelar di Malang City Point (MCP), 23–26 Juli 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan destinasi wisata, budaya, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif unggulan kepada masyarakat dari berbagai […]

  • Herdiat Bantah Tuduhan Korupsi Rp190 Miliar, Sebut Ada Gerakan Politik di Balik Isu Wakil Bupati

    Herdiat Bantah Tuduhan Korupsi Rp190 Miliar, Sebut Ada Gerakan Politik di Balik Isu Wakil Bupati

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Renaldy Putra
    • visibility 110
    • 0Komentar

      CIAMIS, lintasmedia.id. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, membantah tuduhan yang menyebut terjadi korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis senilai Rp190 miliar. Ia menegaskan tidak ada penyalahgunaan kewenangan maupun kerugian negara sebagaimana yang ramai diperbincangkan di sejumlah media dan media sosial. Pernyataan tersebut disampaikan Herdiat saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-384 […]

  • Polres Tasikmalaya Kota ungkap dugaan TPPO berkedok prostitusi online

    Polres Tasikmalaya Kota Bongkar Dugaan TPPO Berkedok Prostitusi Online

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Admin Lintas Media
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BERITA TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota mengungkap dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diduga beroperasi melalui praktik prostitusi online di sejumlah hotel di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam pengungkapan kasus tersebut, aparat kepolisian mengamankan tujuh orang terduga pelaku yang diduga berperan sebagai perantara dalam transaksi prostitusi berbasis digital. […]

  • Ratusan Warga Priangan Timur Larut dalam Nostalgia di Tribute Nicky Astria

    Ratusan Warga Priangan Timur Larut dalam Nostalgia di Tribute Nicky Astria

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Renaldy Putra
    • visibility 96
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id Kerinduan pecinta musik rock terhadap lagu-lagu legendaris Nicky Astria terobati dalam gelaran “A Tribute Nicky Astria” yang dipersembahkan Capulet Band di Pusaka Rempah, Jalan Yudanagara, Kota Tasikmalaya, Rabu malam (17/6/2026). Ratusan warga dari berbagai daerah di Priangan Timur memadati lokasi acara. Mereka datang untuk bernostalgia bersama lagu-lagu yang pernah menjadi soundtrack kehidupan […]

  • Damkar Tasikmalaya Selamatkan Sapi Kurban 720 Kilogram Tercebur Kolam

    Damkar Tasikmalaya Selamatkan Sapi Kurban 720 Kilogram Tercebur Kolam

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Admin Lintas Media
    • visibility 75
    • 0Komentar

      KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Aksi penyelamatan dramatis dilakukan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya saat mengevakuasi seekor sapi kurban jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram yang tercebur ke kolam di Kampung Lengo, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Selasa, 26 Mei 2026. Peristiwa itu terjadi ketika sapi hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan menjelang Hari Raya Idul Adha. […]

  • Tiga Motor Terbakar di SPBU Karangnunggal Tasikmalaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Tiga Motor Terbakar di SPBU Karangnunggal Tasikmalaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 105
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Tiga sepeda motor yang sedang mengantre pengisian bahan bakar di sebuah SPBU wilayah Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, hangus terbakar, Selasa (19/5/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada salah satu kendaraan yang berada di area pengisian bensin. Peristiwa tersebut sempat membuat panik pengunjung SPBU. Asap hitam pekat membumbung tinggi saat api dengan cepat membakar tiga […]

expand_less