Dusun Nagara Herang Tasikmalaya Jadi Contoh Kerukunan Sunda Wiwitan, Islam, dan Katolik
- account_circle Ki Acep Aan
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh Ki Acep Aan
Satu desa satu cerita. Kali ini kita membedah satu dusun yang punya cerita unik. Sebuah toleransi antar umat beragama yang telah berjalan puluhan tahun. Tepatnya di Dusun Nagara Herang wajah toleransi benar-benar diamalkan.
Dusun Nagara Herang di Desa Sukahening, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar menjadi potret nyata kerukunan umat beragama yang tetap terjaga di tengah keberagaman. Warga yang memeluk kepercayaan Sunda Wiwitan, Islam, dan Katolik hidup berdampingan dengan saling menghormati serta menjaga persaudaraan.
Keharmonisan tersebut telah tumbuh selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bergotong royong, saling mengunjungi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan.
Nilai-nilai kearifan lokal Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh terus diwariskan sebagai fondasi kehidupan sosial. Semangat saling melindungi dan menghargai juga menjadi kekuatan utama yang menjadikan Dusun Nagara Herang dikenal sebagai kampung toleransi di Tasikmalaya.
Kerukunan tersebut pernah diperkuat melalui kegiatan Dialog Antar Iman, Kebangsaan, dan Syukur Lembur pada 2019. Kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang kepercayaan. Acara berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, disertai pagelaran seni tradisional seperti drama dan kecapi suling, kemudian ditutup dengan doa bersama.
Saat ini, komunitas Akur Sunda Wiwitan di Nagara Herang dipimpin oleh Ruru sebagai Pangampih bersama Agus sebagai Paniten. Mereka aktif membangun komunikasi lintas agama melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan seluruh warga.
Kerukunan yang terbangun dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Selain memperkenalkan tradisi lokal, kawasan ini juga dapat menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya toleransi, moderasi beragama, dan pelestarian budaya bagi generasi muda.
Desa Sukahening sendiri berstatus Desa Maju berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2023 dengan nilai 0,7508. Desa ini memiliki Indeks Ketahanan Sosial sebesar 0,8857, Indeks Ketahanan Ekonomi 0,7000, serta Indeks Ketahanan Lingkungan 0,6667. Beragam potensi di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata turut mendukung pembangunan wilayah.
Keberadaan Dusun Nagara Herang membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan sosial. Di tengah perbedaan keyakinan, masyarakat menunjukkan bahwa persatuan, toleransi, dan saling menghargai merupakan modal utama dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.
- Penulis: Ki Acep Aan

Saat ini belum ada komentar